Faktor faktor yang pempengeruhi proses
Bioremediasi
1.
Tanah
Proses
biodegradasi memerlukan tipe tanah yang dapat mendukung kelancaran aliran
nutrient, enzim-enzim mikrobial dan air. Terhentinya aliran tersebut akan
mengakibatkan terbentuknya kondisi anaerob sehingga proses biodegradasi aerobik
menjadi tidak efektif. Karakteristik tanah yang cocok untuk bioremediasi in
situ adalah mengandung butiran pasir ataupun kerikil kasar sehingga disp.ersi
oksigen dan nutrient dapat berlangsung dengan baik. Kelembaban tanah juga
penting untuk menjamin kelancaran sirkulasi nutrien dan
Substratd
dalam tanah .
2. Temperatur
Temperatur yang optimal untuk degradasi hidrokaron
adalah 30-40oC. Ladislao, et. al. (2007) mengatakan bahwa temperatur yang
digunakan pada suhu 38oC bukan pilihan yang valid karena tidak sesuai dengan
kondisi di Inggris untuk mengontrol mikroorganisme patogen. Pada temperatur
yang rendah, viskositas minyak akan meningkat mengakibatkan volatilitas alkana
rantai pendek yang bersifat toksik menurun dan kelarutannya di air akan
meningkat sehingga proses biodegradasi akan terhambat. Suhu sangat berpengaruh
terhadap lokasi tempat dilaksanakannya bioremediasi.
3. Oksigen
Langkah awal katabolisme senyawa hidrokaron oleh
bakteri maupun kapang adalah oksidasi substrat dengan katalis enzim oksidase,
dengan demikian tersedianya oksigen merupakan syarat keberhasilan degradasi
hidrokarbon minyak. Ketersediaan oksigen di tanah tergantung pada (a) kecepatan
konsumsi oleh mikroorganisme tanah, (b) tipe tanah dan (c) kehadiran substrat
lain yang juga bereaksi dengan oksigen. Terbatasnya oksigen, merupakan salah
satu faktor pembatas dalam biodegradasi hidrokarbon minyak.
4. Nutrien
Mikroorganisme memerlukan nutrisi sebagai sumber
karbon, energy dan keseimbangan metabolism sel. Dalam penanganan limbah minyak
bumi biasanya dilakukan penambahan nutrisi antara lain sumber nitrogen dan
fosfor sehingga proses degradasi oleh mikroorganisme berlangsung lebih cepat
dan pertumbuhannya meningkat.
5.
Interaksi antar polusi
Fenomena lain yang juga perlu mendapatkan
perhatian dalam mengoptimalkan aktivitas mikroorganisme untuk bioremediasi
adalah interaksi antara beberapa galur mikroorganisme di lingkungannya. Salah
satu bentuknya adalah kometabolisme. Kometabolisme merupakan proses
transformasi senyawa secara tidak langsung sehingga tidak ada energi yang
dihasilkan.